Satria Fadhil M Seorang blogger pemula yang ingin menemukan jati dirinya di search engine.

Jelaskan Makna Halalan Thayyiban

3 min read

Jelaskan Makna Halalan Thayyiban

Jelaskan Makna Halalan Thayyiban – ALLAH SWT berfirman yang artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan jangan sampai anda mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu ialah musuh yang nyata bagimu” (QS Al-Baqarah ayat 168).

Lewat ayat ini Allah SWT memerintah kan manusia, biar memakan makanan yang halal lagi baik. Kata halalan (yang dibolehkan Allah SWT) diberikan kata sifat thayyiban, artinya makanan yang bermanfaat bagi Badan, tidak merusak, tidak menjijikkan, enak tidak kadaluarsa dan tidak tidak sejalan perintah Allah SWT karena tidak diharamkan maka kata tayyiban jadi illah Argumen( dihalalkan sesuatu (Al-Qur’an dan Tafsirnya, jilid 1, hal. 247, Kemenag RI).

Menurut penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI), ada beberapa zat kimia atau senyawa berbahaya yang disalahgunakan untuk pengawet atau pewarna makanan beredar di penduduk luas, antara lain formalin, boraks Buat( pengawet), dan rhodamin B Untuk( pewarna).

Formalin yakni racun yang menyebabkan kanker; jika terminum pada kader 3 ml (sekitar dua sendok makan) dapat menyebabkan kematian. Formalin sebenarnya bukan pengawet makanan, tapi bahan buat mengawetkan jenazah.

Formalin dalam makanan dapat menyebabkan keracunan dalam badan manusia dengan gejala sakit perut akut disertai muntah-muntah, mencret berdarah, depresi susunan saraf dan kesukaran peredaran darah. Menurut penelitian, makanan yang ditemukan mengandung formalin sebagai bahan pengawetnya yaitu ikan basah dan kering, mie, tahu dan bakso.

Adapun boraks merupakan racun, yaitu kristal lunak yang mengandung unsur boron, berwarna dan mudah larut dalam air, dipergunakan dalam beragam industri non pangan, khususnya industri kertas, pengawet kayu dan keramik. Gelas dan piring pyrex yang populer itu juga dibuat dengan campuran boraks.

Boraks yang terkonsumsi oleh manusia dapat menyebabkan mual, muntah, diare, sakit perut, kerusakan ginjal, bahkan kematian. Makanan yang ditemukan mengandung boraks Yakni: mie, kerupuk, makanan ringan, bakso, lontong dan macaroni.

Sedangkan Rhodamin B, methanyl yellow dan amaranth yaitu zat kimia pewarna tekstil, cat kayu, kertas, kulit keramik, cat lukis, dan lain-lain.

Jikalau terkonsumsi dapat menyebabkan kanker, iritasi pada paru-paru, mata, tenggorokan, hidung dan usus.

Jelaskan Makna Halalan Thayyiban

Makanan yang ditemukan mengandung rhodamin B Ialah: kerupuk, makanan ringan, terasi, kembang gula, sirup, biskuit, minuman ringan, cendol, manisan bubur gipang dan ikan asin.

ALLAH SWT berfirman yang artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan jangan sampai anda mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu yakni musuh yang nyata bagimu” (QS Al-Baqarah ayat 168).

Lewat ayat ini Allah SWT memerintah kan manusia, biar memakan makanan yang halal lagi baik. Kata halalan (yang dibolehkan Allah SWT) diberikan kata sifat thayyiban, artinya makanan yang bermanfaat bagi Badan, tidak merusak, tidak menjijikkan, enak tidak kadaluarsa dan tidak tidak sesuai perintah Allah SWT karena tidak diharamkan maka kata tayyiban jadi illah Argumen( dihalalkan sesuatu (Al-Qur’an dan Tafsirnya, jilid 1, hal. 247, Kemenag RI).

Menurut penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI), ada beberapa zat kimia atau senyawa berbahaya yang disalahgunakan buat pengawet atau pewarna makanan beredar di penduduk luas, antara lain formalin, boraks Buat( pengawet), dan rhodamin B Buat( pewarna).

Formalin yakni racun yang menyebabkan kanker; jikalau terminum pada kader 3 ml (sekitar dua sendok makan) dapat menyebabkan kematian. Formalin sebenarnya bukan pengawet makanan, tapi bahan utk mengawetkan jenazah.

Formalin dalam makanan dapat menyebabkan keracunan dalam badan manusia dengan gejala sakit perut akut disertai muntah-muntah, mencret berdarah, depresi susunan saraf dan kendala peredaran darah. Menurut penelitian, makanan yang ditemukan mengandung formalin sebagai bahan pengawetnya yakni ikan basah dan kering, mie, tahu dan bakso.

Adapun boraks yakni racun, yakni kristal lunak yang mengandung unsur boron, berwarna dan mudah larut dalam air, dipergunakan dalam beraneka ragam industri non pangan, khususnya industri kertas, pengawet kayu dan keramik. Gelas dan piring pyrex yang populer itu juga dibuat dengan campuran boraks.

Boraks yang terkonsumsi oleh manusia dapat menyebabkan mual, muntah, diare, sakit perut, kerusakan ginjal, bahkan kematian. Makanan yang ditemukan mengandung boraks Yaitu: mie, kerupuk, makanan ringan, bakso, lontong dan macaroni.

Sedangkan Rhodamin B, methanyl yellow dan amaranth yakni zat kimia pewarna tekstil, cat kayu, kertas, kulit keramik, cat lukis, dan lain-lain.

Seandainya terkonsumsi dapat menyebabkan kanker, iritasi pada paru-paru, mata, tenggorokan, hidung dan usus.

Makanan yang ditemukan mengandung rhodamin B Ialah: kerupuk, makanan ringan, terasi, kembang gula, sirup, biskuit, minuman ringan, cendol, manisan bubur gipang dan ikan asin.

Dalam masalah ini yang jadi persoalan, merupakan apa hukum penyalahgunaan Beberapa barang tersebut. MUI lewat ijtima ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke IV thn 2012 yang diselenggarakan di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, 29 Juni s/d 2 Juli 2012 telah memutuskan ketentuan hukum:

1. Dalam hal makanan, Islam mewajibkan umatnya mengkonsumsi yang halal dan thayyib. Sebaliknya mengharamkan buat mengkonsumsi yang haram atau yang membahayakan kesehatan atau jiwa.

2. Hukum penyalahgunaan bahan kimia berbahaya utk keperluan pangan, antara lain formalin, boraks, rhodamin B, methanil yellow, dan amaranth yang menyebabkan bahaya bagi penggunanya yaitu haram.

3. Tersangka usaha pangan yang memakai bahan kimia berbahaya, yakni berdosa dan termasuk juga dosa besar, kalau jadi penyebab kematian konsumen.

Ijtima ulama ini tidak saja menetapkan ketentuan hukum, tapi juga membuat rekomendasi, antara lain terhadap pemerintah diimbau utk sediakan alat dan prasarana pengganti dari bahan-bahan kimia tersebut Seperti pembangunan pabrik-pabrik es yang bersubsidi, supaya terjangkau oleh pedagang dan customer ekonomi lemah.

Supaya dilakukan penyuluhan terhadap warga tentang bahaya pemakaian bahan-bahan kimia tersebut dalam bentuk pangan, pengawasan dan pembinaan biar tidak menyalahgunakan pemakaian bahan-bahan tersebut. (Lihat Ijma’ Ulama Indonesia thn 2012, hal 112 dst).

Penutup

Demikianlah artikel mengenai Jelaskan Makna Halalan Thayyiban, baca juga artikel saya lainnya tentang Jelaskan Pengertian Halalan Thayyiban.

Semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali di lain artikel.

Satria Fadhil M Seorang blogger pemula yang ingin menemukan jati dirinya di search engine.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *